Definisi dan Contoh Zat Aditif
Zat Aditif
Pewarna makanan dan penyedap rasa tentu sudah tidak asing
lagi dalam kehidupan sehari-hari, bukan!.Apakah kalian tahu gunanya? Sebenernya
zat-zat tersebut hanyalah zat untuk menambah keawetan, kesedapan, dan
kemenarikan makanan, itulah yang dimaksud zat
aditif. Zat aditif bisa disebut sebagai zat/bahan yang ditambahkan sebagai
pewarna, pemutih, pengatur keasaman, penambah zat gizi, dan anti penggumpal
dalam makanan. Contoh zat aditif sebagai berikut:
1.
Bahan Pewarna
-
Pewarna alami, pewarna
yang dapat diperoleh dari alam. Keunggulannya adalah lebih sehat bagi tubuh
daripada pewarna buatan. Tetapi memiliki kekurangan juga yaitu warna yang
dihasilkan tidak kuat/pucat dan mudah rusak karena pemanasan serta memiliki
aroma yang khas dan sedikit pilihan warnanya.
a.
Biru à
buah murbei dan anggur
b.
Kuning à
kunyit
c.
Orange à
wortel
d.
Hijau à
daun pandan
e.
Cokelat à
kakao dan karamel
f.
Merah à
buah naga
g.
Hitam à
arang (tidak dianjurkan untuk dikonsumsi)
-
Pewarna buatan, pewrna
yang dibuat dari zat-zat kimia. Keunggulan pewarna ini adalah warnanya lebih
pekat dan harganya lebih murah. Kelemahannya yaitu kurang sehat bagi tubuh
manusia. Pewarna tekstil dan cat tidak diijinkan untuk digunakan karena
mengandung logam berat (arsen, timbal dll)
yang bersifat racun. Berikut contoh pewarna buatan yang sudah lulus uji
keamanan dan sudah diijinkan (Permitted
colour/cartified colour):
a.
Biru berlian
b.
Cokelat HT
c.
Hijau FCF
d.
Hijau S
e.
Indigotin
f.
Karmoisin
g.
Kuning FCF
h.
Kuning kuinolin
i.
Merah alura
2.
Pemanis
-
Pemanis alami yang biasa
digunakan yaitu, gula pasir, gula jawa,gula aren, dan bit. Senyawa yang membuat
manis tersebut adalah sukrosa.
-
Pemanis buatan contohnya
aspartam, sakarin, asesulfam kalium dan siklamat. Produk ini rendah kalori.
Biasanya digunakan oleg orang yang sedang mengurangi asupan gula tinggi kalori
namun tetap terasa manis.
3.
Pengawet
-
Secara fisik yaitu
dengan pemanasan, pendinginan, pengasapan,pembekuan, pengeringan dll.
-
Secara kimia yaitu
dengan menambahkan bahan pengawet yang telah diijinkan. Contohnya asam benzoat,
kalsium benzoat, asam propinat, asam sorbat dan masih banyak lagi.
-
Secara biologis yaitu
dengan cara fermentasi/peragian dan penambahan enzim (enzim papain dan enzim
bromelin).
Komentar
Posting Komentar